Maaf, Aku Gak Bisa Ikut Buka Puasa Bersama Karena Saya Tidak Sesukses Kalian


Maaf, Aku Gak Bisa Ikut Buka Puasa Bersama Karena Saya Tidak Sesukses Kalian


“Gimana say, jadi mau ikut ngga?” chat di ujung sana meminta konfirmasiku lagi. Undangan buka puasa bersama dari teman-teman SMA. Tapi apa daya, jariku terlalu kelu untuk membalasnya. Sesulit itu hanya untuk menjawab antara iya dan tidak.

Berdesir rasanya dada ini. Kalau ditanya mau, sebetulnya aku mau! Aku rindu ketemu kalian semua. Rindu jaman-jaman kita nongkrong di kantin belakang sekolah sambil minum es teh manis.

Rindu ngerjain PR bareng di rumah Eka, latihan paskibra sore-sore, nonton lomba rame-rame di tingkat kecamatan. Aku rinduuu!

Tapi aku malu ketemu kalian lagi. Aku yang sekarang tinggal di kontrakan kecil di gang sempit bersama dua anakku dengan suami yang bekerja serabutan. Aku yang cuma bisa tersenyum kecut melihat foto-foto bahagia kalian di medsos.

Yang jalan-jalan keluar negeri, makan di tempat mahal, punya rumah indah, mobil, sungguh bahagia melihatnya. Maaf aku tidak sesukses kalian. Aku tak kuat untuk datang.

Sudah tradisi, bulan puasa identik dengan bulan reuni. Bulan kumpul-kumpul lagi dengan yang lama terpisah. Kawan-kawan dari episode kehidupan di masa lalu meminta waktu untuk melepas rindu yang sekian lama sudah menggedor hati minta dilunasi. Tentu tidak semua bisa hadir.

Ada yang berhalangan, ada yang punya kesibukan. Tapi hancur rasanya hati ini ketika mengetahui, ada pula yang enggan hadir karena malu dengan keadaan diri.

Dunia medsos hari ini membuat kita jadi lebih gampang membanding-bandingkan diri dengan orang lain. “Ah dia punya ini”, “Ah dia punya itu”, “Dia sudah ke sana kemari”, “Hidupnya lebih bahagia”, “Hidupnya sudah sukses sekarang, sementara aku tidak.”

Untukmu kawanku yang merasa kurang beruntung hidupnya, jangan lah berkecil hati. Sukses tidak semata diukur dengan materi dan hal-hal yang bersifat duniawi. Lagipula, medsos tidak selalu menggambarkan kehidupan seperti apa adanya. Abaikan saja. Datang lah.

Sungguh, kita tidak peduli apakah kau miskin atau kaya. Kita hanya ingin tahu kabarmu. Ingin melihat wajahmu lagi, mengenang kebersamaan indah kita di masa lalu. Siapa tahu bisa ikut membantu, jika kau memang punya beban hidup yang perlu diatasi. Karena percaya lah, teman itu ada untuk saling menopang kala dibutuhkan.

Untukmu kawanku yang merasa lebih beruntung hidupnya, mari lebih peka pada kawan kita yang lain. Tahanlah sedikit untuk tidak mengumbar kesuksesan. Hadirlah dengan tampilan secukupnya tanpa perlu wah dan gemerlap.

Yang biasa bagi kita, mungkin saja terasa menyakitkan saat dipandang yang lain. Jangan mengungkit harta benda selama acara. Mari kita fokus saja pada tujuannya: melepas rindu dan mengenang kebersamaan itu.

Untuk panitia bukber, pilih lah tempat yang sedang-sedang saja. Tidak terlalu mahal dan mentereng dengan iuran yang membuat sebagian kawan kita sudah keburu takut untuk datang. Kalau bisa bersahaja, itu lebih baik.

Karena hakikat buka puasa bersama itu adalah mengeratkan kembali yang renggang, bukan justru memperdalam jurang perbedaan. Menemukan kembali yang hilang, bukan justru membuat sebagian merasa tersisihkan.

Kau kaya, kau miskin, aku tak peduli. Kita teman dan akan terus berteman sampai nanti. Jaga selalu ikatan ini. Aku sayang kalian.
0 Komentar untuk "Maaf, Aku Gak Bisa Ikut Buka Puasa Bersama Karena Saya Tidak Sesukses Kalian"

Back To Top